Masalah selera

Dulu, yang gw tau dari arti kata selera itu cuma masalah makanan.. Kondisi yg paling sering gw pake buat kata `selera` ini tentunya diperbincangan yang bertemakan makanan.

A : Oy yul, kita makan yuk?

Gw : Ogah ah, lagi ga selera ..

Kondisi laennya

B : Oy yul, kita beli cemilan yuk?

Gw : Ogah ah, lagi ga selera..

Kondisi laen lagi

C : Yul yul, mandi yu?

Gw : Ogah ah, lagi ga selera..

(kondisi ini tentu saja belum pernah terjadi, karna ini bukan bertemakan makanan, dan juga karena tentunya gw anak yang rajin mandi. kepercayaan saya kembalikan pada pembaca πŸ˜› )

Saat ini yang gw sadarin adalah bahwa kata `selera` sudah mengalami perluasan makna. Yang sering gw denger di topik seperti ini :

Z : Eh yul liat deh cowo itu,, `lucu` ya… *nari-nari kegirangan lebay*

Gw : Bukan `selera` gw… *dengan sikap sangan santai dan acuh*

Z : ….

Topik itulah yang menjadi salah satu produk ngelamun gw kali ini. Seperti kata `lucu` yang dulu cuma berarti kata sifat yang menunjukkan `kelucuan` (arti ini bukan diambil dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan sekarang sudah meluas menjadi ganteng dan sejenisnya, kata selera pun sudah bisa digunakan di kondisi seperti yang diperbincangkan si Z dan gw…

Dan berdasarkan hasil analisis gw (terhadap diri gw sendiri), selera itu kata yang sulit diungkapkan peranakannya (bingung gw nyebut istilahnya apa).

Seperti ini, kalo ditanya : ‘yul, selera cowo lu kaya gimana?’

Dengan sangat cepat gw akan jawab, “ya mesti cowo yang cakep, bae, perhatian, lucu, pinter, bisa bimbing gw buat selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya” (yg terakhir emang gw rada lebay).

Tapi kenyataannya, selama pengalaman gw suka sama cowo, ga semuanya punya syarat-syarat yg gw sebutin di atas. Bahkan, ada satu masa lalu gw yg GA PUNYA SATUPUN syarat-syarat itu. Kenapa bisa begitu??

Itulah selera. Kalo gw boleh nambahin kosakata di KBBI, gw bakal tulis

selera adalah daftar keinginan terhadap suatu objek yang dibuat oleh otak, dan bukan oleh hati.

Lihat kata-kata yang dicetak tebal.

Daftar : berdasarkan sifat manusia yang tamak, umumnya manusia ga hanya punya satu keinginan. Makanya selera juga biasanya ga diperanakkan (lagi-lagi gw ga tau istilahnya apa) dengan satu hal aja.

Oleh otak dan bukan oleh hati : yup, inilah kenyataannya. Selera (untuk topik pasangan) yang benar itu bukan didefinisikan oleh otak, melainkan yang benar itu oleh hati. Klo daftar-daftar keinginan yg dibuat sama otak gw sebut dengan harapan.

Nah klo selera buat topik makanan, yang benar itu akan dibuat oleh perut dan (lagi-lagi) bukan oleh otak. Jadi klo mau jujur pas ditanya orang masalah selera makanan, jawab aja “biarkan perut gw yang menjawab”.

NB :Β postingan ini dibuat dengan penuh harapan dan khayalan. bila ada kesamaan nama, tokoh, dan tempat itu semua hanya Produk Ngelamun sang penulis.


exist onΒ yuliantip06

Iklan

18 thoughts on “Masalah selera

  1. Ping-balik: Masalah selera | Humor Dewasa & yang Lucu-Lucu

  2. bukan aaann.. klo mood itu sangat gampang berubah.
    klo selera yg gw maksud disini sejenis sesuatu yg ga bisa diungkapin dengan kata-kata… :mrgreen:

  3. banyak temen cewe gw kalo ditanya:

    “aan itu gimana sih?”

    mereka banyak yang ga bisa berkata-kata yul..

    berarti mereka seleranya sama gw dong?

    :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s